Thursday, April 4, 2013

FW: Dada Rosada tidak Begitu Peduli Terhadap Surat Palsu

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 05:41
Author: Update News
Subject: Dada Rosada tidak Begitu Peduli Terhadap Surat Palsu

 

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung, Jawa Barat Dada Rosada, tidak mempersoalkan terlalu jauh terkait dengan surat pemanggilan, sekaligus pemeriksaan penyidik KPK yang dipastikan palsu.

Namun, Dada mengaku heran kenapa surat yang diantarkan seorang pria berusia sekitar 30 tahun tidak dikenal dengan mengendarai Mio merah mendatangi Gedun Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Senin (1/4), yang diterima Satpol PP itu palsu.

Ia mengatakan, keesolan harinya pukul 15.00 WIB, staf bagian TU Setda menyampaikan surat tersebut ke Sekretaris Pribadinya, Rasyid. "Kalau surat yang diantar TIKI, biasanya tidak ada masalah," tuturnya.

Diperoleh keterangan surat yang ditandatangani Warih Sadoyo itu, memiliki kop surat KPK dan mengundangnya menjadi saksi kasus suap penanganan perkara bansos, pada Kamis (4/4) kemarin. Dada tidak menaruh curiga pada keaslian surat tersebut, sehingga tidak mengecek ke KPK.

Namun demikian, Dada merasa didzolimi terkait munculnya surat panggilan KPK terkait kasus gratifikasi hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung Setyabudi, yang melibatkan tiga tersangka lainnya.

"Ini (surat palsu) pemanggilan dan pemeriksaan KPK, yang diterima melalui agen surat TIKI merupakan bentuk pendzoliman terhadap diri saya," tandasnya dengan tidak menuduh pihak-pihak tertentu di Bandung, Kamis (4/4).

Meski demikian, Dada tetap mengacu pada prosedur hukum yang sebenarnya. Bukan pada surat palsu yang sengaja dikirim oleh orang yang tidak bertanggung jawab. "sehari sebelum pemeriksaan saya mendapat surat panggilan (palsu) tersebut," kata Dada.

Surat palsu pemanggilan Dada dibenarkan juru bicara KPK, Johan Budi. Ia memastikan Dada tak diperiksa hari ini karena surat pemanggilanya palsu, dan bukan dikeluarkan penyidik KPK. Formatnya juga beda. Intinya penyidik (KPK) tidak memanggil dan memeriksa Dada.  Untuk itu, KPK memastikan segera mengelidikinya. Apakah ada oknum yang sengaja membuat insiden tersebut terjadi.

Sedangkan Dada mengatakan terkait kasus penerimaan surat palsu yang menimpanya, Dada menyerahkan kepada pihak berkompetan, utamanya (KPK). Yang pasti, kata Dada, pihaknya siap kapanpun dipanggil KPK. "Namun, tentunya saya harus berhati-hati dalam menerima surat panggilan (KPK)." (Eriez M Rizal)


Editor: Agus Tri Wibowo


View article...