Thursday, April 4, 2013

FW: Keluarga: Telusuri Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 05:31
Author: Update News
Subject: Keluarga: Telusuri Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan

 

Metrotvnews.com, Kupang: Keluarga korban penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta mengaku tidak puas jika penyelidikan kasus ini terhenti pada penangkapan 11 anggota Kopassus.

"Kasus ini harus dilihat secara utuh, misalnya apa model kerja yang dilakukan tim investigasi dari TNI sampai menemukan 11 anggota Kopassus sebagai pelaku penyerangan. Bagi kami, harus ada tim pencari fakta independen karena kami meragukan tim bentukan TNI," kata Viktor Manbait, keluarga mendiang Yohanes Yuan Manbati di Kupang, Kamis (4/4) malam.

Yohanes Manbait adalah satu dari empat tahanan yang tewas dalam penyerangan LP Cebongan tersebut. Menurut Viktor, pihaknya tetap mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera membentuk dan memimpin tim pencari fakta independen.

 

Kasus ini pun tidak boleh disidangkan di pengadilan militer, tetapi di pengadilan hak asasi manusia (HAM). Pasalnya penyerangan yang menewaskan empat tahanan ini bukan pembunuhan biasa, melainkan pelanggaran HAM.

Pendapat yang sama juga disampaikan Albert Johannes, anggota keluarga mendiang korban tewas lainnya, Hendrik Benyamin Sahetapy Engel. Menurutnya, pihak-pihak yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini harus mengungkap motif dibalik pemindahan empat korban dari sel kantor polisi ke LP Cebongan. "Skenario pemindahan tahanan ini harus diungkap," tandasnya.

Menurut Albert kasus ini tidak boleh berhenti pada penangkapan 11 pelaku penyerangan, tetapi harus dimulai dari kasus pertama yang terjadi di Hugo's Cafe yang menewaskan seorang anggota TNI. "Apakah benar, kematian anggota TNI itu karena dibunuh oleh empat orang ini," ujarnya. 

Menurut Albert, kematian anggota TNI tersebut mungkin dibunuh oleh orang lain atau salah satu dari empat orang yang terbunuh tersebut. "Jadi pelakunya mungkin bisa satu orang saja," ujarnya. Karena itu, menurut dia, rekaman CCTV milik Hugo's Cafe perlu dibuka ke publik. (Palce Amalo)


Editor: Agus Tri Wibowo


View article...