Thursday, April 4, 2013

FW: Penyerang LP Cebongan Bergerak dari Gunung Lawu

 

 

Feed: Update News
Posted on: Friday, April 05, 2013 06:49
Author: Update News
Subject: Penyerang LP Cebongan Bergerak dari Gunung Lawu

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim investigasi TNI Angkatan Darat mengatakan 11 anggota Komando Pasukan Khusus Grup II Kandang Menjangan Kartosuro yang bermarkas di Sukoharko, Jawa Tengah, sebagai pihak di balik kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Wakil Kepala Komandan Pusat Polisi Militer sekaligus Ketua Tim Investigasi Brigadir Jenderal (TNI) Unggul K Yodhoyono memastikan aksi tersebut tidak direncanakan. Mereka bergerak secara spontan usai latihan di Gunung Lawu.

"Sementara ini yang kami temukan belum ada unsur perencanaan. Yang kami temukan hanya reaksi yang begitu hebat," kata Kata Unggul dalam jumpa pers di Kartika Media Center, Kamis (4/4).

Unggul menjelaskan, beberapa anggotanya sedang latihan di Gunung Lawu. Mereka mendapat kabar bahwa salah satu anggota Kopassus dibunuh. Kemudian mereka turun gunung menuju LP dan terjadilah penyerangan.

"Itu memang tindakan reaktif secara spontanitas yang memang dilakukan oleh seorang prajurit yang mempunyai jiwa korsa yang besar, apalagi satu komando," kata Unggul.

Menurut Unggul, senjata yang dibawa para pelaku bukan diambil dari gudang, melainkan dibawa usai latihan. Mereka membawa enam pucuk senjata, terdiri dari tiga jenis AK-47, dua AK-47 replika (semacam air soft gun), dan satu pucuk pistol.

"Senjata tidak diambil dari gudang. Tetapi dari medan latihan langsung turun," kata Unggul.

Unggul mengatakan, 11 orang terlibat penyerangan. Satu orang menembak empat tahanan hingga tewas, delapan orang membantu melarikan CCTV, menganiaya sipir, dan dua lainnya sempat mencegah, namun tidak berhasil.

Empat tahanan yang ditembak mati merupakan tersangka kasus pembunuhan terhadap anggota Kopassus, Serka Heru Santoso, di Hugo's Cafe, Sleman, 19 Maret lalu.

Menurut Unggul, Serka Heru pernah menjadi salah satu atasan pelaku.

Kepada tim investigasi, pelaku mengaku berhutang budi kepada Heru karena pernah diselamatkan saat di lapangan. Atas dasar itulah, Unggul menyebut penyerangan didasari jiwa korsa dan rasa kehormatan.


Editor: Asnawi Khaddaf


View article...